Jumat, 12 Agustus 2011

dampak positif dan negatif revolusi hijau pada masa orde baru

Penduduk dunia terus bertambah, terutama di negara-negara berkembang. Keadaan tersebut harus diiringi/didukung oleh peningkatan pangan. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Thomas Robert Malthus, perlu disadari bahwa kemampuan sumber daya alam sebagai penghasil pangan adalah terbatas. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan sumber daya alam yang pada akhirnya ditujukan bagi pengembangan produksi pangan. REVOLUSI HIJAU

Merupakan usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju.
Diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi diFilipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain.
REVOLUSI HIJAU DI INDONESIA
Dilakukan dengan EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, yaitu:
1. Teknik pengolahan lahan pertanian
2. Pengaturan irigasi
3. Pemupukan
4. Pemberantasan hama
5. Penggunaan bibit unggul
DAMPAK POSITIF REVOLUSI HIJAU
Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu swasembada.
PERMASALAHAN DAN DAMPAK NEGATIF
1. Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah. 2. Penurunan keanekaragaman hayati. 3. Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk. 4. Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten. 

10 Komentar:

Pada 19 Agustus 2011 06.29 , Blogger Farida XII_IPA 5 mengatakan...

apa yang menyebabkan sumber daya alam sebagai penghasil pangan sangat terbatas????

 
Pada 19 Agustus 2011 14.57 , Blogger lisa mengatakan...

lisa Ina XII_IA5
bu ada hal belum saya mengerti,,
Tadi di sebutkan Indonesia lebih memilih Intensifikasi dari pada Ekstensifikasi karena terbatasnya areal.Bukankah Indonesia itu termasuk negara agraris??

 
Pada 20 Agustus 2011 04.31 , Blogger KUSMIATI mengatakan...

farida : kalo sumber daya alam masih dikelola seperti dulu pasti tidak bisa mengimbangi pertambahan jumlah penuduk. ingat teory Thomas Robert Maltus. Karena itu harus diusahakan supaya bisa seimbang. tanpa diusahakan, produksi pertanian sebagai penghasil pangan akan kurang dibandingkan jumlah penduduk yang semakin besar.
Lisa : Bu Kus analogikan kalo bumi ini tidak akan bertambah luas kan..??? jadi ukuranya akan tetap seperti dulu. sedangkan manusia trs bertambah. logikanya kalo manusia trs bertambah, akan mengurangi lahan pertanian. jadi yang bisa dilakukan saat ini adalah intensifikasi pertanian. Indonesia memang negara agraris. menurutmu apakah ada banyak sawah yang sekarang berubah fungsi menjadi perumahan....???? kalo sudah begitu lahan pertanian menyempit atau meluas..???

 
Pada 21 Agustus 2011 00.15 , Blogger dwi agustin mengatakan...

DWI AGUSTIN XII-IPA5
Apakah negara indonesia tidak mampu menanam bibit padi yang unggul???sampai-sampai indonesia harus mengimpor beras dr nagara lain,dgn indonesia mengimpor beras apakah ada pengaruhnya dgn pendapatan negara akan bertambah/bahkan berkurang???

 
Pada 21 Agustus 2011 13.16 , Blogger lisa mengatakan...

benar juga bu,
tapi bukankah pada masa pemerintahan soeharto itu sukses melaksnakan program KB ya bu?kan secara otomatis dpt menghambat peledakan jumlah penduduk bu?

 
Pada 6 September 2011 01.07 , Blogger Fitri Agustina mengatakan...

Fitri Agustina XII_IA 5

Mengapa revolusi hijau hanya menekankan pada serealia(sebagai sumber karbohidrat) dan tidak diimbangi dengan pengembangan pangan sumber protein.......???????????????

 
Pada 11 September 2011 04.20 , Blogger KUSMIATI mengatakan...

Lisa : teory thomas robert Maltus (deret ukur dan deret hitung) diasumsikan satu keluarga denga dua anak.
fitri : memang hanya utk makanan pokok saja...seperti beras., gandum dan jagung.

 
Pada 13 September 2011 05.30 , Blogger masfia mengatakan...

Masfiyatul ulya XII-IA5

Mengapa pengembangan sumber daya alam lebih difokuska ke pertanian hingga mengubah lahan peternakan menjadi sawah???

 
Pada 16 September 2011 00.53 , Blogger Mutimmah mengatakan...

Siti Mutimmah XII IA5

Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten. maksudnya bgaimana??

 
Pada 16 September 2011 00.57 , Blogger Dian Ayu mengatakan...

Dian Ayu XII IA5

penggunaan ppuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk sedangkan kalau tanaman tidak di beri pupuk maka hasilnya akan jelek/tanamn tidak sehat. bagaimana mengatasi hal tersebut??

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda