Jumat, 12 Agustus 2011

Revolusi Hijau pada masa orde baru

http://id.shvoong.com/images/spacer.gif?s=summarizer&d=1313068467981&id=273206cf-974b-4c4a-9b0e-9e13b6659030
Munculnya beberapa teknik pertanian pada abad ke-17 dan abad ke-18
dapat dilacak dari jenis tanaman baru dan beberapa perubahan ekonomi. Pada
masa sekarang ini di negara yang maju dan sedang berkembang terjadi
perbedaan makin besar dalam taraf hidup masyarakatnya. Hal ini disebabkan
perbedaan antara efisiensi teknologi pertanian dan kenaikan jumlah penduduk.


Perubahan-perubahan di bidang pertanian sebenarnya telah berkali-kali terjadi
dalam sejarah kehidupan manusia yang biasa dikenal dengan istilah revolusi.
Perubahan dalam bidang pertanian itu dapat berupa peralatan pertanian,
perubahan rotasi tanaman, dan perubahan sistem pengairan. Usaha ini ada
yang cepat dan lambat. Usaha yang cepat inilah disebut revolusi, yaitu perubahan
secara cepat menyangkut masalah pembaruan teknologi pertanian dan
peningkatan produksi pertanian, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Revolusi Hijau merupakan bagian dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam
sistem pertanian pada abad sekarang ini.
Revolusi Hijau pada dasarnya adalah suatu perubahan cara bercocok tanam
dari cara tradisional ke cara modern.
Lahirnya Revolusi Hijau melalui proses panjang dan akhirnya meluas ke
wilayah Asia dan Afrika. Revolusi Hijau mulai mendapat perhatian setelah
Thomas Robert Malthus (1766–1834) mulai melakukan penelitian dan memaparkan
hasilnya. Malthus menyatakan bahwa kemiskinan adalah masalah
yang tidak bisa dihindari oleh manusia.
Di Meksiko pada tahun 1944 didirikan sebuah pusat penelitian benih jagung
dan gandum. Pusat penelitian ini mendapat bimbingan langsung dari Rockefeller
Foundation. Hanya dalam beberapa tahun, para peneliti di lembaga tersebut
berhasil menemukan beberapa varietas baru yang hasilnya jauh di atas rata-rata
hasil varietas lokal Meksiko.
Diilhami oleh kesuksesan hasil penelitian di Meksiko, pada tahun 1962
Rockefeller Foundation bekerja sama dengan Ford Foundation mendirikan
sebuah badan penelitian untuk tanaman padi di Filipina. Badan penelitian ini
dinamakan International Rice Research Institute (IRRI) yang bertempat di Los Banos, Filipina. Pusat penelitian ini
ternyata juga menghasilkan suatu varietas
padi baru yang hasilnya jauh melebihi
rata-rata hasil varietas lokal di Asia.
Varietas baru tersebut merupakan hasil
persilangan genetik antara varietas padi
kerdil dari Taiwan yang bernama Dee-
Geowoogen dan varietas padi jangkung
dari Indonesia yang bernama Peta. Hasil
dari persilangan tersebut diberi nama IR
8-288-3 atau biasa dikenal dengan IR-8
dan di Indonesia dikenal dengan sebutan
padi PB-8. Setelah penemuan padi PB-
8, disusul oleh penemuan varietasvarietas
baru yang lain. Jenis-jenis bibit
dari IRRI ini di Indonesia disebut padi unggul baru (PUB). Pada tahun 1966,
IR-8 mulai disebarkan ke Asia diikuti oleh penyebaran IR-5 pada tahun 1967.
Pada tahun 1968 di India, Pakistan, Sri Lanka, Filipina, Malaysia, Taiwan,
Vietnam, dan Indonesia telah dilaksanakan penanaman padi jenis IR atau PUB
secara luas di masyarakat. Pada tahun 1976 areal sawah di Asia yang ditanami
PUB sudah mencapai 24 juta hektar.
Revolusi Hijau adalah proses keberhasilan para teknologi pertanian dalam
melakukan persilangan (breeding) antarjenis tanaman tertentu sehingga
menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan
pangan. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri berumur pendek,
memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis
tradisional) dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apapun, asal memenuhi
syarat, antara lain:
a. tersedia cukup air;
b. pemupukan teratur;
c. tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakit;
d. tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu.

Revolusi Hijau dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan umat
manusia, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan umat manusia.
Keuntungan Revolusi Hijau bagi umat manusia, antara lain sebagai berikut.
a. Revolusi Hijau menyebabkan munculnya tanaman jenis unggul berumur
pendek sehingga intensitas penanaman per tahun menjadi bertambah (dari
satu kali menjadi dua kali atau tiga kali per dua tahun). Akibatnya, tenaga
kerja yang dibutuhkan lebih banyak. Demikian juga keharusan pemupukan,
pemberantasan hama dan penyakit akan menambah kebutuhan tenaga kerja.
b. Revolusi Hijau dapat meningkatkan pendapatan petani. Dengan paket
teknologi, biaya produksi memang bertambah. Namun, tingkat produksi yang dihasilkannya akan memberikan sisa keuntungan jauh lebih besar
daripada usaha pertanian tradisional.
c. Revolusi Hijau dapat merangsang kesadaran petani dan masyarakat pada
umumnya akan pentingnya teknologi. Dalam hal ini, terkandung pandangan
atau harapan bahwa dengan masuknya petani ke dalam arus utama
kehidupan ekonomi, petani, dan masyarakat pada umumnya akan menjadi
sejahtera.
d. Revolusi Hijau merangsang dinamika ekonomi masyarakat karena dengan
hasil melimpah akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat
pula di masyarakat. Hal ini sudah terjadi di beberapa negara, misalnya di
Indonesia.
Revolusi Hijau di Indonesia diformulasikan dalam konsep ‘Pancausaha Tani’
yaitu:
a. pemilihan dan penggunaan bibit unggul atau varitas unggul;
b. pemupukan yang teratur;
c. pengairan yang cukup;
d. pemberantasan hama secara intensif;
e. teknik penanaman yang lebih teratur.

Untuk meningkatkan produksi pangan dan produksi pertanian umumnya
dilakukan dengan empat usaha pokok, yaitu sebagai berikut.
a. Intensifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan
menerapkan pancausaha tani.
b. Ekstensifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan
membuka lahan baru termasuk usaha penangkapan
ikan dan penanaman rumput untuk makanan
ternak.
c. Diversifikasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan
keanekaragaman usaha tani.
d. Rehabilitasi pertanian : usaha meningkatkan produksi pertanian dengan
pemulihan kemampuan daya produkstivitas
sumber daya pertanian yang sudah kritis.

Dampak negatif munculnya Revolusi Hijau bagi para petani Indonesia,
antara lain sebagai berikut.
a. Sistem bagi hasil mengalami perubahan. Sistem panen secara bersamasama
pada masa sebelumnya mulai digeser oleh sistem upah. Pembeli
memborong seluruh hasil dan biasanya menggunakan sedikit tenaga kerja.
Akibatnya, kesempatan kerja di pedesaan menjadi berkurang.
b. Pengaruh ekonomi uang di dalam berbagai hubungan sosial di daerah
pedesaan makin kuat.
c. Ketergantungan pada pupuk kimia dan zat kimia pembasmi hama juga
berdampak pada tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani.d. Peningkatan produksi pangan tidak diikuti oleh pendapatan petani secara
keseluruhan karena penggunaan teknologi modern hanya dirasakan oleh
petani kaya.

22 Komentar:

Pada 19 Agustus 2011 06.24 , Blogger Farida XII_IPA 5 mengatakan...

Hasildari persilangan tersebut diberi nama IR
8-288-3 atau biasa dikenal dengan IR-8

pertanyaan saya : apa maksud dari-->IR 8-288-3 atau biasa dikenal dengan IR-8 ???

 
Pada 19 Agustus 2011 09.44 , Blogger KUSMIATI mengatakan...

farida : IR nama jenis padi varietas baru hasil persilangan dari beberapa varietas padi...detailnya bisa tanya ke bu ani sur ya.....

 
Pada 19 Agustus 2011 14.39 , Blogger lisa mengatakan...

lisa ina XII_IPA 5


revolusi hijau dpt meningkatkan pendapatan petani.Dengan paket teknologi, biaya produksi bertmbah namun tingkat produksi yg di hasilkannya akan memberikan keuntungan jauh lbih besar.Akan tetapi dlm LKS di sebutkn pd thapan PELITA VI terjdi kjatuhan ORBA yg di karenakan utang luar negri Indonesia begitu banyak.Bukankah seharusnya dgn program revolusi hijau pndptan Indonesia semakin besar???

Dlm dampak negatif disebutkan Pembeli memborong sluruh hasil dan biasanya menggunakan tenaga krja sedikit.Padhal, bukankah keuntungan dlm revolusi hjau.. tenaga krja seharusnya di butuhkan lebih banyak???


Apakah dampak revolusi hijau terhadap Indonesia hanya menguntungkan petani kaya??lalu bagaimana dgn nasib para petani miskin???Bukankah ORBA melakukan penataan stabilitas Ekonomi dgn tujuan untuk mewujudkan suatu masarakat yg adil dan makmur yg merata?

 
Pada 20 Agustus 2011 04.21 , Blogger KUSMIATI mengatakan...

Lina :good questions.... 'ITULAH' negara kita kadang hanya bagus dilaporan dan diatas kertas, kenyataanya tidak.Kalo revolusi hijau dilaksanakan dengan sungguh-sungguh pastinya akan bisa memakmurkan petani2 Indonesia khususnya, dan mayarakat Indonesia umumnya. Sehingga kita harsnya lagi tdk mengimpor jagung dr Amerika serikat dan beras dari thailand.
mekanisasi pertanian memang mengakibatkan berkurannya penggunaan tenaga manusia termasuk pasca produksi dlm pertanian.
kalau revolusi dilaksanakan dengan serius, seharusnya bisa menguntungkan petani kecil juga.Semua kehancuran ORBA akibat salah urus dan setengah2 dalam melaksanakan program yang seharusnya bagus.

 
Pada 20 Agustus 2011 20.45 , Blogger dwi agustin mengatakan...

DWI AGUSTIN XII-IPA5
Mengapa dalam meningkatkan produksi pangan dan prodoksi pertanian harus di lakukan 4 usaha tsb???apakah dgn usaha tsb petani di indonesia bisa meningkatkan produksi keseluruhan tanpa harus bersaing dgn petani kaya yg menggunakan teknologi lbh modern?????

 
Pada 21 Agustus 2011 13.38 , Blogger yuli mengatakan...

SRI WAHYULI XII_IA5
bu apakah sampai sekarang revolusi hijau masih tetap di berlakukan??

 
Pada 6 September 2011 01.02 , Blogger Fitri Agustina mengatakan...

Fitri Agustina XII_IA 5

Revolusi Hijau adalah proses keberhasilan para teknologi pertanian dalam
melakukan persilangan (breeding) antarjenis tanaman tertentu sehingga
menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan
pangan. dan revulosi hijau dapat meningkatkan pendapatan petani dengan paket teknologi tetapi mengapa pendapatan petani indonesia tetap saja kurang meskipun sudah ada program revolusi hijau dan masih banyak penduduk indonesia yang dilanda kemiskinan......??????bukankah pada massa rezim soeharto indonesia mengalami kemajuan pesat dalam kehidupan perekonomian.....?????

 
Pada 11 September 2011 04.14 , Blogger KUSMIATI mengatakan...

fitri agustina : sesuatau yang bagus harusnya tidak hanya tampak dari luarnya saja. sesuatu yang terlihat megah kalau diangun dari pondasi yang rapuh suatu saat akan runtuh dan hancur berantakan juga. mari memandang suatu peristiwa secara lebih menyeluruh dan dari beberapa sudut pandang.
'kebobrokan' yang ada sekarang adalah warisan dari penguasa sebelumnya... mksh ya slmt belajar..

 
Pada 13 September 2011 05.23 , Blogger masfia mengatakan...

Masfiatul ulyaXII-IA5

Dalam revolusi hijau disebutkan bahwa membutuhkan banyak tenaga kerja, tapi mengapa sekarang masih banya pengangguran???

 
Pada 13 September 2011 07.47 , Anonymous Anonim mengatakan...

Revolusi Hujau merupakan suatu pengembangan teknologi dari bidang pertanian yang sangat bermanfaat hingga saat ini,...

revolusi hijau mendorong terciptanya tamanam - tanaman dengan kualitas terbaik, penelitian - penelitian atau pengembangan - pengembangan dalam sektor pertanian pada saat ini adalah salah satu hasil / wujud dari Revolusi hijau,..

Dengan berkembangan nya sektor pertanian sangat membantu negara kita yang notabene adalah negara pertanian,. yang sebagaian besar warganya adalah seorang petani,..

Revolusi hijau juga ikut mempercepat laju ekonomi,
namun juga banyak merubah sistem / tatanan dalam pemanenan, serta ketergantungan para petani dengan pupuk kimia dan perstisida merupakan salah satu dampak buruk dari revolusi hijau .

Terima kasih

Nama : Muslih Rupikasari
Kls : XII Ia 4
Absen 32

 
Pada 16 September 2011 00.32 , Blogger Mutimmah mengatakan...

Siti mutimmah XII IA5

Revolusi hijau dapat meningkatkan pendapatan petani, sedangkan dalam kehidupan nyata banyak petani yang mengeluh karena pendapatannya menipis. bagaimana untuk mengatasinya??

 
Pada 16 September 2011 00.48 , Blogger Dian Ayu mengatakan...

Dian Ayu XII IA5

peningkatan produksi pangan tidak di ikuti oleh pendapatan petani secara keseluruhan karena penggunaan teknologi modern hanya di rasakan oleh petani kaya. mengapa petani miskin tidak bisa merasakan teknologi modern??

 
Pada 26 September 2011 01.43 , Anonymous Anonim mengatakan...

M.MUQORROBIN XII IA 5

kenapa sistem panen secara bersama-sama pada masa sebelumnya mulai digeser oleh sistem upah..

 
Pada 30 September 2011 01.48 , Anonymous Anonim mengatakan...

knpa petani sllu merugi,jka masa panen tlah tba,hrga gabah sllu merosot,walau pun hasilnya bagus????


ella laila r
xII ipa 4
14
30,sept 2011
pasuruan,jatim,indonesia

 
Pada 3 Oktober 2011 04.13 , Anonymous Anonim mengatakan...

Menurut pendapat saya revolusi hijau itu perlu karena di jaman modern ini negara indonesia itu tidak boleh kalah dengan negara lain...



rofiatul maghfuroh
XII-IA 4 \ 38

 
Pada 20 Maret 2012 18.27 , Anonymous Anonim mengatakan...

revolusi hijau perlu direncanakan dengan cermat tentang dampak yang ditimbulkan. sehingga tidak sekedar optimalisasi lahan pertanian, tetapi juga menjaga kelanjutan lahan tersebut

 
Pada 3 Agustus 2012 05.34 , Blogger Arsy Baiq Shazkya♥ mengatakan...

ARSY BAIQ SHAZKYA / 06 / XII-IA2

setelah saya membaca di artikel ibu, dapat disimpulkan bahwa revolusi hijau dapat menanggulani masalah pertumbuhan manusia dan makan yg tidak seimbang dengan cara pemanfaatan bioteknologi yang semakin hari semakin banyak penemuan baru untuk mendapatkan hasil bibit unggul yang maksimal juga dapat membantu menambah pasokan makanan yang ada, tetapi tidak semua orang dapat menikmati hasil bioteknologi tsb dikarenakan tingginya biaya produksi pangan dg cara bioteknologi yg mungkin bisa berdampak pada kenaikan harga pangan dan pada saat itu juga masyarakat di Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan seperti kata Thomas Robert Malthus (1766–1834) yang memulai melakukan penelitian dan memaparkan
hasilnya. Malthus menyatakan bahwa kemiskinan adalah masalah
yang tidak bisa dihindari oleh manusia. jadi hanya petani yang kaya saja yg bisa memakai bioteknologi itu.

revolusi hijau banyak sisi positifnya juga banyak sisi negatifnya, diantara sisi negatif yang ada diatas, Ketergantungan pada pupuk kimia dan zat kimia pembasmi hama juga
berdampak pada tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani, bukankah penggunaan bahan-bahan dari kimiawi dapat berakibat buruk bagi kesehatan bila kita secara terus-menerus mengkonsumsi zat kimia tsb yg masih menempel pada padi, apalagi kalau proses pencucian padi tidak bersih, apakah ada cara lain bu untuk mengatasi penggunaan bahan kimia ini?

 
Pada 4 Agustus 2012 05.22 , Anonymous Anonim mengatakan...

DWI PUJI LESTARI /11/XII IPA2

maaf bu ini saya mempunyai artikel lengkap tentang revolusi Hijau…
http://army-as.web.id/2010/11/makalah-revolusi-hijau/

Dapat Kami Simpulkan dari artikel tersebut Bahwasannya Revolusi Hijau lebih banyak mendatangkan kerugian daripada keuntungan dilihat dari hasil untuk jangka panjangnya.
Seperti halnya yang dikatakan oleh penulis tentang dampak Yang sangat signifikan dari revolusi hijau antara lain :
• Berbagai organisme penyubur tanah musnah
• Kesuburan tanah merosot / tandus
• Tanah mengandung residu (endapan pestisida)
• Hasil pertanian mengandung residu pestisida
• Keseimbangan ekosistem rusak
• Terjadi peledakan serangan dan jumlah hama.
Bisa kita simpulkan dari dampak tersebut Bahwasannya Petani Pada saat ini lsangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Yang mana pada hakekatnya Petani itu bekerja mengembangkan budaya tanam dengan memanfaatkan potensi alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
Jadi yang saya Pertanyakan :
Apakah Memang Revolusi Hijau Adalah Jalan Terbaik Untuk Swasembada sedangkan Alam kita dikorbankan…???
Dan apakah Ada Usaha Khusus Dari Pemerintah Tentang Dampak Negatif Yang di Timbulkan Oleh Revolusi Hijau Ini..??

 
Pada 28 September 2012 00.04 , Anonymous Anonim mengatakan...

still don't get it ?????????

 
Pada 6 Desember 2012 01.41 , Blogger risky afput podolski mengatakan...

kalo jenis tanaman varietas unggul yang dikembangkan dalam revolusi hiju apa tuh, selain padi, gandum dan jagung?

 
Pada 26 Agustus 2013 05.58 , Anonymous Anonim mengatakan...

karena mahalnya teknologi yang harus di gunakan dan keadaan ekonomi rakyat miskin yang tidak mencukupi untuk membeli teknologi tsb trims


agung laksono
XII IA3

 
Pada 4 September 2013 01.44 , Blogger GuzhDek mengatakan...

menurut pendapat anda bagaimana keadaan bangsa indonesia setelah revolusi hijau diberhentikan?? mohon balesannya segera

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda