Selasa, 31 Januari 2012

KEADAAN EKONOMI POLITIK PASCA PERANG DUNIA II

Pasca perang dunia II semangat untuk menentukan nasib sendiri & Negara-negara jajahan sangat mendominasi Negara-negara Asia & Afrika Proses dekolonisasi Negara-negara Asia & Afrika kemudian hari menjadi fenomena yang dominan pada akhir perang dunia II. Runtuhnya kekuasaan Kolonial di kawasan asia & afrika ini menjadi awal dari berubahnya struktur politik global. Proses dekolonisasi ini dipicu oleh adanya gerakan-gerakan nasionalisme yang berkembang di masing-masing Negara asia & afrika. Tercatat seperti gerakan nasionalisme Filipina, Cina, India, Mesir & Myanmar.

Di Cina, Pergerakan nasional muncul pada tahun 1911 di pimpin Dr. Sun Yat Sen. Penyebab pergerakan nasionalisme Cina di karenakan 2 hal yaitu munculnya golongan pemuda Cina yang terpelajar yang menginginkan negaranya menjadi maju, modern & Berjaya, serta dominasi pemerintahan Manchuria sehingga rakyat Cina ingin bebas untuk mendirikan Negara Cina yang mandiri. Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1910 Dr. Sun Yat Sen memproklamasikan berdirinya Republik Cina selatan. Peristiwa ini juga dikenal dengan nama Wuchang Day. Setelah Dr. Sun yat Sen wafat, kemudian ia di gantikan oleh Chiang Kai Shek. Chiang Kai Shek selalu berseteru dengan kelompok komunisme hingga masa Mao Zedong sebagai pemimpin Cina. Meskipun pada akhirnya Chiang Kai Shek hijrah ke Taiwan, tapi usaha pergerakan yang dirintis Dr. Sun yat Sen ini dapat menyingkirkan bangsa Manchuria dari Cina daratan. Namun pada akhirnya perseteruan anatara kaum nasionalis & komunis harus di menagkan kaum komunis & hal ini pula di tandai dengan peristiwa proklamasi berdirinya Republik Rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 di pimpin Mao Tse Tsung.
Di Filipina, Penyebab munculnya pergerakan nasional di Filipina adalah munculnya golongan terpelajar yang sadar akan pemerintah penjajah yang sewenang-wenang. Pergerakan nasional di Filipina berawal dari munculnya Liga Filipina oleh Jose Rizal tahun 1892 yang di bentuk untuki melawan dominasi penjajahan Spanyol. Pada tanggal 30 Desember 1896, Jose Rizal di tangkap & dihukum mati oleh Spanyol. Kemudian gerakan nasionalisme dilanjutkan olehEmilio Aquinaldo pada 1898. Aquinaldo memaliansi dengan Amerika Serikat untuk menggempur Spanyol & ia pun lalu memproklamasikan berdirinya Filipina merdeka tanggal 12 Juni 1898. Namun disisi lain AS yang menang atas Spanyol usai PD IIjuga bermaksud menguasai Filipina. Dan Aquinaldo segera melakukan perang gerilya melawan AS selama 4 tahun hingga dia ditangkap pada 1898. Akhirnya pada tanggal 4 Juli 1946 AS menyerahkan kedaulatan Filipina kepada Bangsa Filipina & mengangkat Manuel Royas Acuna sebagai presiden pertama Filipina.
Gerakan Nasionalisme di Mesir Diwali oleh Arabi Pasha(1881-1882) yang kemudian dilanjutkan oleh Mohammad Naguib & berhasil meruntuhkan kekuasaan Inggris pada 13 Juli 1952. Karena transformasi politik, Mesir yang tadinya kerajaan menjadi republik. Dan presiden pertama dipegang oleh Naguib, namun karena tindakannya yang otoriter kemudian tahun 1952 ia di gantikan oleh Gammal Abdul Nasser.
Pergerakan nasionalisme dipelopori oleh Raja Indris El-Sanusi melawan dominasi penjajahan Italia tahun 1916. Karena kekalahan Italia pada PD II, kemudian tahun 1949 kemerdekaan Libya pun diproklamirkan dengan Ibukota Tripoli. Pada tahun 1949 Idris El-Sanusi dapat mempersatukan Tripolitannia, Fezzan & Cyrenaica. Meskipun pada akhirnya ia harus terkudeta oleh Muammar Khadafi tahun 1969.
Di India, Gerakan nasionalisme di India timbul karena munculnya golongan terpelajar di bawah pimpinan Mahatma Gandhi. Perjuangan Mahatma Gandhi didasari oleh 4 konsep utama yaitu Ahimsa (berjuang tanpa kekerasan), satyagraha (Non-kooperatif), Hartal (mogok kerja) & swadesi (swasembada). Gerakan nasionalisme Gandhi juga beriringan dengan rencana beberapa tokoh India seperti Pandit Jawaharlal Nehru, Muhammad Ali Jinnah, Banerji & Tikal untuk bersatu merencanakan India yang merdeka. Rencana tersebut direalisasikan dengan membentuk Kongres India pada 1885 yang dipelopori Allan O’Hume. Meskipun pada akhirnya Muhammad ali Jinnah keluar dari kongres & mendirikan Moslem League lalu ia hjrah ke Pakistan untuk membentuk Negara pakistan. Namun akhirnya India memproklamasikan kemerdekaannya pada 15 Agustus 1947.
Di Myanmar, Proses dekolonisasi bermaksud untuk melepaskan diri dari penjajahan Inggris yang telah menjajah sejak 1886 hingga 1942. Meningkatnya nasionalisme rakyat Myanmar dipicu oleh pindahnya pemerintah kolonial Inggris dari kota Mandalay ke Yangoon tahun 1886 untuk menjadikanya sebagai subbagian dari pemerintah Inggris di India. Hal ini menyebabkan banyaknya warga India yang berimigrasi ke Myanmar, walaupun saat itu Myanmar menjadi negar pengekspor beras terbesar di dunia tahun 1900-1939, namun di sisi lain banyak warga Myanmar sendiriyang mengalami disintegrasi social karena sistem perekonomian tidak dikuasai rakyat Myanmar. Pergerakan kemerdekaan Myanmar di pedesaan di awali denagn gerakan pemberontakanterhadap inggris bernama Saya San Rebellion. Pada 1930-1932. Dari kalangan mahasiswa penggeraknya disebut Thakin. Salah satu Thakin yang menonjol adalah U Aung San yang merupakan mantan prajurit didikan Jepang. Lalu ia pun mendirikan Burma Independence Army.Akhirnya pada 4 januari 1948 Myanmar memproklamirkan kemerdekaan dengan presiden pertamanya Sao Shwe Thaik& PM Thakin Nu.
Kondisi ekonomi & politik internasional padyang semakin membaik pasca PD II mendorong Indonesia meningkatkan kekuatan Internal. Dalam hal ekonomi, terdapat 3 hal penguatan yaitu pembentukan BI (5 juli 1946), penerapan pemberlakuan Oeang Republik Indonesia, & penerapan UU No. 24 tahun 1951 fungsi BI. Di tahun 1950, IBRD bersama AS, Australia, inggris & Selandia baru menggagas suatu consensus yang disebut dengan Colombo Plan. Pada 30 Mei 1958, AS atas nama Colombo plan memberi dana bantuan US$ 6.300.000 kepada Indonesia. Dana tersebut diberikan khusus untuk membangun jaringan listrik dengan tenaga diesel. Prinsip politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas-aktif. Prinsip itu menyatakan bahwa Indonesia berada pada posisi netral dala pertarungan ideology antara As dengan Uni Soviet. Konsep ini dikembangkan Mohammad hatta pada tahun 1948 & terdapat dalam pidatonya berjudul “mendayung diantara 2 karang”. Dalam konsep bebas-aktif, bebas berarti tidak memihak AS atau Uni Soviet & aktif berarti terus berpartisipasi dalam menciptakan perdamaian dunia. Secara perlahan posisi Indonesia semakin membaik di tengah dunia Internasional setelah PD II.diawali dengan pembukaan blockade laut Belnada yang melibatkan banyak Negara termasuk AS, hubungan luar negeri Indonesia semakin menguat.


DUNIA PADA MASA PERANG DINGIN
AS mengeluarkan Marshal Plan (oleh komandan militer AS George Catlerr Marshall, tahun 1947) supaya Eropa mau menjadi mitra AS menghadapi Uni Soviet. Kebijakan politik luar negeri AS juga tercermin dalam Truman Doctrine (oleh presiden Hary Truman, 12 Maret 1947) yang menyatakan kesediaan AS memberikan bantuan dalam menghadapi komunisme Uni Soviet. AS juga menerapkan politik Containment(oleh diplomat AS George Kennan, tahun 1947) untuk membendung ekspansi komunisme Uni Soviet. Tahun 1948, sewaktu Berlin(Jerman Timur) berada dalam kekuasaan Uni Soviet, Joseph Stalin mem-blokade ekonomi Jerman Barat. Pada krisis ini, AS membela Jerman Barat dengan menempatkan serdadu AS di Inggris membentuk NATO pada 4 April 1949 untuk menangkal ekspansi Uni Soviet di Eropa. Pembentukan NATO memancing blok Timur mendirikan Pakta Warsawa (dipimpin Uni Soviet,14 Mei 1955) untuk menangkal dampak dari pembangunan instalasi senjata di Jerman Barat. Pernyataan PM Inggris Winston Chrucil pada Maret 1946 di Fulton(Missouri) menyangkut sikap ekspansif Uni Soviet mendorong dikeluarkannya kebijakan yang melarang komunikasi antara Eropa Barat (demokratis-kapitalis) & Eropa Timur (komunis).
Proxy War(perang akibat perang antara Uni Soviet-AS) terjadi, antara lain di Vietnam (Vietnam Utara / komunisme - Vietnam Selatan / demokratis), Korea (Korea Utara / komunisme, Korea Selatan / demokratis), Amerika (Kuba / komunisme – AS / demokratis).
Tahun 1923, Partai Komunis Cina dipimpin Mao Zedong melakukan aliansi dengan Partai Koumintang pimpinan Sun Yat Sen. Dalam proklamasi kemerdekaan Cina 1 Oktober 1949, Partai Komunis Cina menjadi partai pemegang mandat pemerintahan menggantikan Partai Koumintang pimpinan Chiang Kai Sek. Kemudian, Chiang Kai Sek pindah ke Taiwan dan mendirikan pemerintahan demokratis. AS mendukung pemerintahan Chiang Kai Sek di Taiwan. Dari sudut pandang kekuatan militer, Cina dibantu Uni Soviet, mulai membangun teknologi persenjataan nuklirnya tahun 1957 untuk menangkal serangan Negara lain. Aliansi Uni Soviet-Cina tahun 1949-1950 menjadi penyebab kemunculan poros Barat-Timur. Hal ini membuat AS melebarkan fokusnya ke Asia juga. Parameternya adalah pemberian bantuan militer AS di Vietnam Selatan dan Korea Selatan.
Awal PD II, Uni Soviet menduduki Korea. 10 Agustus 1945, AS mengeluarkan kebijakan untuk menduduki Korea Selatan dalam rangka membendung ekspansi Uni Soviet. Selanjutnya, AS dan Uni Soviet mendukung berdirinya rezim di daerah kekuasaan masing-masing. Rezim I Korea Selatan dipimpin Syngman Rhee (anti-komunis), Rezim I Korea Utara dipimpin Kim II Sung. Kedua Rezim dibentuk tahun 1946. Titik garis batas antara ke-dua Korea terletak di garis lintang 38 derajat. Invasi pasukan Korea Utara didukung Uni Soviet pada 25 Juni 1950 melewati garis batas 38 derajat menuju Korea Selatan berhasil memukul mundur pasukan Korea Selatan dan AS hingga ke Busan. Pada 15 September 1950, pasukan AS dipimpin jendral Douglas MacArtur mendarat di kawasan Inch’on, berhasil mengurung pasukan Korea Utara yang sudah terlanjur jauh memasuki Korea Selatan. Keikutsertaan Cina pada Oktober 1950 dalam perang Korea dikarenakan pasukan PBB (beraliansi dengan AS) masuk ke Korea Utara. Akhirnya, negoisasi damai mulai digagas dengan terpilihnya presiden AS Dwight D. Eisenhower. Kesepakatan dicapai pada 27 Juli 1953 dalam 2 point. Pertama, garis lintang 380 sebagai garis batas Korut-Korsel. Kedua, pengembalian tawanan perang ke Negara masing2.
Tahun 1924, Kuba dipimpin Gerrado Machado(pemerintahannya ditaktor). Berbagai kelompok masyarakat mulai menunjukkan perlawanan. Akhirnya, pada 1940 pemerintahan Machado ditumbangkan oleh kekuatan militer pimpinan Fulgencio Batista. Tahun 1940-1944, Kuba di bawah kekuasaan ditaktor Batista. Pemerintahan dictator Batista sempat berakhir pada tahun 1944 dengan terpilihnya Carllos Prio. Namun, Batista kembali berkuasa tahun 1952-1958. Dalam pemerintahannya yang kedua ini,Batista mendapat perlawanan dari 2 kelompok besar, yaitu kelompok revolusioner pimpinan Fidel Castro & The Second Front pimpinan Eloy Guierez. 26 Juli 1953, penyerangan Castro ke pangkalan militer besar pasukan Batista berhasil menggugah masyarakat Kuba walau gagal. Castro dipenjara hingga 1955. Setelah dibebaskan, Castro ke Meksiko bertemu Che Guevara. Tahun 1956, mereka bersama pasukan kembali menyerang pasukan Batista. Akhirnya, pasukan Castro dipimpin Che Guevara dan Camilo Cienfuegos mengalahkan kekuatan militer Batista di Kuba pada Maret 1958. kemudian, Castro memimpin Kuba dengan haluan Komunis. Ketegangan Perang Dingin antara Kuba-AS memuncak Oktober 1962 “Krisis Misil Kuba”. Hasil laporan mata-mata AS di Kuba membuat presiden AS John F. Kenedy memblokade perairan di sekitar Kuba untuk mencegah kelangsungan proyek pembangunan instalasi nuklir Uni Soviet di Kuba. Krisis Misil Kuba berakhir dengan kesepakatan Nikita Khruschev dan John F. Kenedy dalam 2 poin. Pertama, Uni Soviet menghentikan pembangunan instalasi nuklir di Kuba. Kedua,AS dilarang menginvasi Kuba
Perang Vietnam(1955-1975) serupa perang Korea mengakibatkan pecahnya Negara menjadi 2(Vietnam Utara / komunis – Vietnam Selatan / Demokratis). Perpecahan berawal dari perseteruan Viet Minh dan Perancis yang ingin kembali menguasai Indocina. Perang dari tahun 1946-1954 ini berakhir dengan gencatan senjata, hasil konferensi di Jenewa tahun 1954. Dan ditetapkan titik garis 17 derajat sebagai demarkasi antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Vietnam Utara diperuntukkan bagi Viet Minh, dipimpin Ho Chi Minh. Vietnam Selatan diperuntukkan bagi Perancis, dipimpin PM Ngo Dinh Diem. Kesepakatan Jenewa tahun 1954 ini menghasilkan badan International Control Committee untuk melaksanakan pemilu untuk menyatukan 2 Vietnam. Namun, ditolak. Dalam pemerintahannya, Ngo Dinh Diem didukung AS. Kekuatan Viet Cong / Viet Minh semakin membesar dengan berdirinya organisasi National Front For Liberation of Vietnam sebagai penerus Viet Cong. Kebijakan Presiden AS John F. Kenedy mengirim bantuan ke Vietnam untuk mencegah agresi Viet Cong. Akhir tahun 1970, proses menuju pendamaian mulai digagas. Namun, Maret 1972, Vietnam Utara menganeksasi zona demiliterisasi dan provinsi Quang Tri di Vietnam Selatan. Rencana menuju perdamaian pun gagal dan digagas kembali pada 27 Januari 1973. Akhirnya, Kesepakatan perdamaian dengan gencatan senjata antara Vietnam Utara-Vietnam Selatan-AS “The Paris Accords” ditandatangani 31 Januari 1973. Namun, tahun 1974, tentara Viet Cong mulai menganeksasi beberapa daerah di Vietnam Selatan. Maka, presiden Vietnam Selatan Nguyen Van Thieu pada 21 April 1975 mengundurkan diri dan terbang ke Taiwan. Pada 2 Juli 1976, dibentuk pemerintahan militer di Saigon sebagai kemenangan Vietnam Utara. Nama Saigon diubah menjadi Ho Chi Minh. Selanjutnya, penyebaran paham komunisme di Asia Tenggara didalangi oleh lembaga Uni Soviet “Comitern”. Tokoh Indonesia DN Aidit pernah dididik di Comitern. Di Laos paham komunisme diterapkan oleh pathet lao yaitu sebuah organisasi yang terbentuk dari konsolidasi militer & perseteruan politik dalam negeri. Di Kamboja, pengaruh komunisme disebarkan oleh rezim otoriter bernama khmer merah.
Senjata nuklir menghasilkan radiasi yang membahayakan kehidupan makhluk hidup dibumi, contohnya kasus reaktor nuklir chernobyl yang meledak pada 26 april 1986. Melihat hal tiu akhirnya PBB membentuk Atomic Energy Commission yang bertujuan agar penggunaan tenaga nuklir dapat di arahkan untuk hal-hal positif & mencegah penggunaannya.
Rusia meluncurkan sputnik I pada 4 oktober 1957 dilanjut dengan sputnik II yang membawa seekor anjing. Vostok I dengan membawa astronot Yuri Gagarin berhasil mengitari bumi selama 1 jam 29 menit. Vostok II dengan membawa astronot Gheman S. Titov berhasil mengitari bumi selama 25 jam. AS meluncurkan Explorer I(1958), Explorer II, discoverer & Vanguard. Neil Armstrong berhasil mendarat di bulan pada Juli 1969. Alan Bartlett Shepard Jr. berada diruang angkasa selama 15 menit. Jhon H. Glen berhasil mengitari bumi selama 3 hari dengan pesawat friendship IV.
Peran aktif suatu Negara dalam hubungan internasional dilihat dari 2 hal. Pertama, bagaimana ia membangun hubungan diplomasi dengan Negara lain. Kedua, bagaimana ia mempengaruhi Negara lain mengikuti strateginya. Sifat politik Luar Negeri Indonesia “bebas aktif” bermula dari konsep Wapres Moh. Hatta yang didasari kondisi perang dingin dalam politik global. Rumusan politik Luar Negeri Indonesia antara lain: Bebas-aktif, Anti-kolonialisme, Orientasi kepentingan nasional, Demokratis. Penyempurnaan politik Luar Negeri dilakukan setelah adanya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dari pidato Presiden Sukarno (mengenai konsepsi Oldefos dan Nefos) pada tahun 1960 di depan forum PBB, Dewan Pertimbangan Agung menyatakan bahwa Garis Dasar Politik Luar Negeri RI adalah UUD’45, dengan sifat bebas-aktif. Akan tetapi, terjadinya konfrontasi dengan Malaysia, Singapura tidak memurnikan politik luar negeri Indonesia. Keberhasilan diplomasi Indonesia pada penyelesaian konfrontasi dengan Malaysia melalui persetujuan Bangkok (29 Mei 1966 - 1 Juni 1966) antara Wakil PM Malaysia Tun Abdul Razak dengan Menlu Indonesia Adam Malik. Persetujuan diikuti dengan pembukaan hubungan diplomatic antara Indonesia-Malaysia pada 31 Agustus 1967. Arah politik bebas-aktif juga ditandai dengan normalisasi hubungan dengan Singapura pada 2 Juni 1966. Normalisasi diikuti dengan pembukaan hubungan diplomatic dengan Singapura pada 7 September 1966. Politik Luar Negeri Indonesia kembali mengalami penyempurnaan seiring dikeluarkannya Tap MPRS No. XII/MPRS/1966 tentang penegasan landasan kebijakan politik Luar Negeri Indonesia. Keberhasilan politik Luar Negeri Indonesia juga terlihat dari masuknya kembali Indonesia menjadi anggota PBB pada 28 September 1966 setelah menyatakan keluar dari keanggotaan PBB pada 1 Januari 1965.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar