Organisasi militer bentukan Jepang:
1. Heiho Heiho merupakan organisasi militer resmi yang dibentuk pada bulan April 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18 – 25 tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari ketentaraan Jepang. Heiho dijadikan sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain-lain. |
Kamis, 12 November 2015
Organisasi militer dan semimiliter bentukan Jepang
model pemerintahan militer pendudukan Jepang d Indonesia
Kebijakan Jepang dalam bidang politik dan pemerintahan
Pendudukan Jepang di Indonesia dibagi dalam tiga wilayah.
a. Pemerintahan Militer Angkatan Darat ke-25 (Tentara Keduapuluhlima), wilayah kekuasaannya meliputi Sumatra dengan pusat pemerintahan di Bukittinggi.
b. Pemerintahan Militer Angkatan Darat ke-16 (Tentara Keenambelas), wilayah kekuasaannya meliputi Jawa dan Madura dengan pusat pemerintahan di Jakarta.
c. Pemerintahan Militer Angkatan Laut II (Armada Selatan Kedua), wilayah kekuasaannya meliputi Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar.
Pendudukan Jepang di Indonesia dibagi dalam tiga wilayah.
a. Pemerintahan Militer Angkatan Darat ke-25 (Tentara Keduapuluhlima), wilayah kekuasaannya meliputi Sumatra dengan pusat pemerintahan di Bukittinggi.
b. Pemerintahan Militer Angkatan Darat ke-16 (Tentara Keenambelas), wilayah kekuasaannya meliputi Jawa dan Madura dengan pusat pemerintahan di Jakarta.
c. Pemerintahan Militer Angkatan Laut II (Armada Selatan Kedua), wilayah kekuasaannya meliputi Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar.
Sarekat Islam
Awalnya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota lebih banyak dan luas ruang lin gkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam).
Peranan Pers dalam Pergerakan Nasional Indonesia
Akhir abad ke-19 hingga memasuki abad ke-20, dinamika pers dalam batas persuratkabaran di Indonesia semakin meningkat. Tidak sedikit pribumi Indonesia yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Seiring dengan perubahan dalam masyarakat sejak kebangkitan nasionalisme, maka pers sebagai medium komunikasi juga mewarnai perjuangan pergerakan untuk mencapai Indonesia merdeka. Dengan karakteristik tersendiri, lahirlah pers nasional atau pers pergerakan. Menurut Syamsul Basri bahwa pers dan wartawan dengan tulisan dan sepak terjangnya waktu itu, berusaha menggalang dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bercita-cita memerdekakan Indonesia dari penjajah.1)
M. Tabrani, seorang wartawan dan tokoh pergerakan,
Budi Utomo
Pada tahun 1907 Dr. Wahidin seorang tokoh cendikiawan yang merasa
bertanggung jawab atas kebodohan dan keterbelakangan bangsanya melakukan
kunjungan ke sekolah STOVIA (salah satu lembaga pendidikan yang menghasilkan
priyayi rendah Jawa). Siswa di sana sangat bersemangat dan memberikan tanggapan yang
baik atas kedatangan Dr. Wahidin. Bersama beberapa siswa STOVIA seperti Soetomo
dan Goenawan Mangunkusumo, Dr. Wahidin mengadakan perjalanan keliling Pulau
Jawa untuk menghimpun dana pendidikan. Usaha yang dilakukan oleh Dr. Wahidin itu
mendapat simpati yang besar dari semua kalangan. Mereka yang kebetulan memiliki
uang dengan sukarela memberikan sumbangannya. Setelah diadakan rapat-rapat untuk
membicarakan lebih jauh rencana mereka, pada tanggal 20 Mei 1908 bertempat di jalan
Abdulrahman Saleh 26 Jakarta terbentuklah suatu perkumpulan yang dinamakan Budi
Utomo, yang diketuai oleh Soetomo.
Corak baru yang diperkenalkan Budi Utomo adalah kesadaran lokal yang
diformulasikan dalam wadah organisasi modern, dalam arti bahwa organisasi itu
mempunyai pimpinan, ideologi yang jelas dan anggota.
Rabu, 11 November 2015
KEHIDUPAN POLITIK EKONOMI PADA MASA LIBERAL DI INDONESIA
Demokrasi Liberal (1950 – 1959)
1. Demokrasi liberal di masa Orla
Pada periode ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering
disebut Demokrasi Liberal dan diberlakukan UUDS 1950.
1. Demokrasi liberal di masa Orla
Pada periode ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering
disebut Demokrasi Liberal dan diberlakukan UUDS 1950.
KEHIDUPAN POLITIK EKONOMI PADA MASA LIBERAL DI INDONESIA
Demokrasi Liberal (1950 – 1959)
1. Demokrasi liberal di masa Orla
Pada periode ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering
disebut Demokrasi Liberal dan diberlakukan UUDS 1950.
1. Demokrasi liberal di masa Orla
Pada periode ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering
disebut Demokrasi Liberal dan diberlakukan UUDS 1950.
HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP
ILMU SEJARAH
PENGERTIAN SEJARAH
- Arti kata sejarah
Dalam
masyarakat awam sejarah sering di edintikan dengan nama tokoh ,candi ,
tanggal , tahun dan tempat terjadinya peristiwa . kata sejarah berasal
dari bahasa arab yaitu syajaratun , artinya pohon . sebuah pohon terdiri
dari akar, dahan, ranting dan daun sehingga sejarah diartikan sebagai
asal usul , riwayat dan silsilah yang menyerupei sebuah pohon dalam
bahasa arab ilmu yang mempelajari kisah masa lalu di kenal dengan
istilah Tarikh .
Materi
Pendukung Uji Kompetensi Guru (UKG)
1. Perkembangan Fisik Peserta Didik
Secara
fisik masa remaja ditandai dengan perubahan fisiologis menuju kematangan
sehingga mampu berreproduksi, yang disebut dengan masa pubertas. Perubahan
yang tampak jelas adalah perubahan fisik. Tubuh berkembang pesat sehingga
mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai dengan berkembangnya kapasitas
reproduktif.
Dalam perkembangan seksualitas remaja,
ditandai dengan ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder, meliputi:
Selasa, 15 September 2015
Minggu, 29 Juni 2014
HAL-HAL YANG BERBEDA ANTARA K 13 DENGAN KTSP 2006
No
|
Kurikulum 2013
|
KTSP
|
| 1 | SKL (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013 | Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006 |
| 2 | Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan | lebih menekankan pada aspek pengetahuan |
| 3 | di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI | di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III |
| 4 | Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP | Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013 |
| 5 | Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. | Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi |
| 6 | TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran | TIK sebagai mata pelajaran |
| 7 | Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil. | Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan |
| 8 | Pramuka menjadi ekstrakuler wajib | Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib |
| 9 | Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA | Penjurusan mulai kelas XI |
| 10 | BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa | BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa |
Kamis, 13 Februari 2014
akulturasi kebudayaan Hindu budha dengan kebudayaan asli Indonesia
Akulturasi kebudayaan Hindu budha dengan
kebudayaan nusantara
SEJARAH Indonesia kelas x
by ; kusmiati
kebudayaan
Hindu – Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima seperti apa adanya, tetapi
diolah, ditelaah dan disesuaikan dengan budaya yang dimiliki penduduk
Indonesia, sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaan asli Indonesia
menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu – Budha.
Seni
bagun
Seni
bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan
candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India,karena
Indonesia hanya mengambil unsur teknologi perbuatannya melalui dasar-dasar
teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra
yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan
pembuatan arca dan bangunan.
Minggu, 22 September 2013
MATERI PELAJARAN SEJARAH UNTUK KELAS XII IPA 2 SMANIKE HARI SELASA JAM KE 3-4
Kompetensi Dasar 2.1. Menganalisis perkembangan
IPTEK dan hubungannya dengan PD II dan Perang Dingin
INDIKATOR:
- Menganalisis Perbedaan Perang Dunia I dan Perang Dunia II
- Menganalisis hubungan antara Perang Dunia dan Perkembangan Teknologi
- Menguraikan faktor-faktor penyebab terjadinya Perang Dingin
- Menjelaskan Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa
- Menjelaskan Perkembangan IPTEK setelah Perang Dunia II
Senin, 27 Mei 2013
tugas sejarah kelas XI IPS 4 hari selasa jam ke 1-2
LKS SEJARAH
Nama :
............................................
Kelas :
............................................
No abs :
............................................
|
peristiwa
|
sebab
|
Jalannya
|
tokoh
|
|
Revolusi Rusia
Revolusi Perancis
Revolusi Industri
Revolusi Amerika
|
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
.........................................
........................................
.........................................
........................................
........................................
.........................................
.......................................
.......................................
........................................
|
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
.........................................................
........................................................
|
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
...........................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
...........................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
...........................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
............................
...........................
........................ .
..........................
|
Senin, 13 Mei 2013
Junggun Ianfu Sisi lain Masa Pendudukan Jepang di Indonesia
|
Rabu, 13 Februari 2013
gambar untuk kelas XII IPS SMANIKE materi JERMAN
Theodor heuss
helmot kohl
egon krenz
eric honecker
jerman barat dan jerman timur map
lotar de maiziere
tembok berlin
walter ulbrict
tembok berlin map
gambar untuk kelas XII IPS SMANIKE materi kamboja
pangeran ranariddh
heng samrin
ali alatas
hun sen
khieu sampan
korban kekejamam pol pot
lon nol
kamboja map
norodom sihanouk
pol pot
gambar untuk kelas XII IPS materi afrika selatan
afrika selatan map
daniel Francois malan
king goodwill zwelithini
mangusuthu buthelesi
ntabo mbeki
nelson mandela
wihelm verword
gambar untuk kelas XII IPS SMANIKE materi yugoslavia
Jhoseph Broztito
Sukarno dan housni Mubarok
alija izetbegovic
eropa map
haris silajdzic
franjo tudjman
kresimir Zubak
sloboda milosevic
momcilo krajisnik
yugoslavia map
Senin, 04 Februari 2013
gambar untuk materi kelas XII IPS SMANIKE : tokoh tokoh sejarah uni sovyet
boris yeltsin
constantin chermenko
eropa map
mikhail gorbachev
tsar nicolas II
josph stalin
vladimir lenin
leonid ilich breznev
leonid kravchuk
stanislav shuskevich
nikita khurchev
gennady yanayev
yuri andropov
USSR map
Langganan:
Postingan (Atom)




















































